Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

cara sukses membuat pabrik tempe bagi pemula

1) Profil Pengusaha Tempe Mas Gondrong

Nama                                : Sahuri

Tempat, Tanggal Lahir      : Pekalongan, 07 Juni 1979

Alamat Asal                      : Pekalongan 

Pendidikan Terakhir          : SD Sederajat

Nama Usaha                    : Pabrik Tempe Mas Gondrong

Memulai Usaha                : Sejak tahun 2000

Alamat Sekarang             : Kp. Cipeuteuy 011/004, Jl. Curug Cigeutis

                                          Ds. Mekarbuana, Kec. Tegalwaru,

                                          Kab. Karawang

Nama Istri                        : Ade Anisa

Nama anak pertama        : Bayu Samudro

Nama anak kedua            : Sri Apriliana

Latar belakang memulai usaha

Bapak sahuri merupakan bapak pekerja keras semenjak anak-anak beliau terlahir dari keluarga sederhana, ia hanya bersekolah sampai SD. Dan bapak sahuri ini juga mempunyai 7 saudara kandung. Pada usia 21 tahun beliau bertekad dengan kuat dan berkat doa orangtua beliau memberanikan diri untuk merantau ke sebuah daerah dengan alasan agar bisa berpenghasilan sehingga beliau mempunyai pemikiran untuk membangun perusahaan tempe kecil-kecilan dengan modal awal 8 juta.


Pada usia 26 tahun beliau menikahi seorang wanita di daerahnya yang ia tempati sekarang.

2) Tinjauan Umum Perusahaan Tempe Mas Gondrong

Perusahaan tempe mas gondrong sudah berdiri sejak tahun 2000 dengan alamat usaha di Jalan Curug Cugeuntis, Kampung Cipeuteuy 011/004, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang dengan luas pabrik 60m2. Merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi tempe di Tegalwaru. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya usaha tempe mas gondrong mengeluarkan biaya yang terdiri dari bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead. Pengeluaran biaya ini sangat penting dan harus diadakan pengawasan. Dengan diadakan pengawasan maka pemborosan biaya dapat dihindari dan tingkat efisiensi produk dapat dicapai. Untuk menentukan kelayakan antara biaya produksi dengan pendapatan, diketahui dari informasi harga pokok produksi yang dihasilkan perusahaan. Analisa biaya produksi sangat penting bagi perusahaan guna mengetahui efisiensi perusahaan.

3) Peralatan dan Bahan membuat Tempe

Dalam proses produksi tempe yang diproduksi oleh Bapak Sahuri, peralatan yang dibutuhkan sekarang sudah mulai modern. Adapun peralatan memproduksi tempenya adalah:

Mesin pengupas kulit kacang kedelai

Kompor semawar / tungku perebus kacang

2 tabung gas 3kg

Beberapa sasag / kere

6 drum plastik dan tempat cuci kacang

1 drum / tempat perebusan 

5 ember

Plastik yang berukuran 60x100cm / daun

Cetakan tempe


Adapun bahan memproduksi tempe adalah:

Kacang kedelai

Ragi

Air


4) Proses Produksi Tempe

Untuk memproduksi kacang kedelai menjadi tempe melalui beberapa tahap antara lain sebagai berikut:

a.    Tahap pembelian bahan baku

Pada tahapan ini perusahaan melakukan pembelian kacang kedelai, dengan cara memesan di daerah cibitung terus diantarkan sampai tempat perusahaan, setiap pembelian kacang kedelai dilakukan 10 hari sekali dengan jumlah 12,5 kuintal. Untuk ragi sendiri pembeliannya dilakukan satu bukan sekali dengan jumlah 20kg. Kemudian untuk pembelian plastik atau daun untuk pembungkusan dengan cara mencicil, waktu pembeliannya sebelum dilakukan pembungkusan.

b.    Tahap pencucian kedelai

Proses pencucian kedelai ini bertujuan untuk membersihkan kedelai dan memisahkan antara kedelai yang bagus dan kedelai yang tidak layak, biasanya kedelai yang rusak akan mengambang. Proses pencucian ini merupakan bagian yang cukup penting karena jika kedelai tidak bersih maka tempe yang dihasilkan juga tidak tahan lama. Pencucian kedelai berupa tong sebagai media wadahnya.

c.    Tahap perebusan

Langkah selanjutnya setelah kedelai di cuci adalah tahap perebusan dimana kedelai di pindahkan dari tong ke drum tempat perebusan dangan air yang berasal dari sumur atau juga dari PDAM dan apinya menggunakan kompor semawar. Rebus kedelai hingga matang atau empuk biasanya memekan waktu 3-4 jam dari 125kg kacang kedelai.

d.    Tahap perendaman

Setelah direbus hingga matang kedelai diangkat dan dipindahkan ke dalam tong yang berisi air bersih untuk proses perendaman. Proses perendaman ini memakan waktu 12 jam untuk memudahkan pengelupasan kulit kedelai. Proses pengelupasan kulit kedelai ini menggunakan mesin penggiling. Kemudian cuci dengan air mengalir supaya kulit dan bijinya terpisah.


e.    Tahap perebusan kembali

Proses perebusan kedua ini untuk menghilangkan bau, kotoran dan bakteri yang mungkin masuk selama proses perendaman. Proses kedua ini tidak memerlukan waktu yang cukup lama oleh air mendidih, karena pada dasarnya sudah matang pada perebusan pertama. Setelah air cukup dingin kedelai diangkat dan ditiriskan kemudian simpan kedelai secara tipis dan merata yang telah disediakan.

f.    Tahap peragian 

Tahap ini yang paling penting dan paling menentukan berhasil tidaknya dalam pembuatan tempe. Proses ini merupakan proses fermentasi kedelai menjadi tempe. Peragian dilakukan setelah kering dan kondisi masih hangat. Ragi yang dibutuhkan untuk kacang kedelai sebanyak 125kg yaitu 670g ragi. Peragian dilakukan dengan menaburkan ragi secara merata.

g.    Tahap Pembungkusan

Tahap selanjutnya adalah pembungkusan kedelai yang sudah diberi ragi. Pembungkusan dilakukan dengan media plastik atau daun yang sudah diberi lubang-lubang supaya mendapatkan udara selama fermentasi diatas sasag / kere. Setelah dibungkus selanjutnya dilakukan proses pemeraman dan tempatkan di tempat suhu yang sangat hangat, proses pemeraman dilakukan selama 24-48 jam.

5) Biaya bahan baku langsung

Dalam kurun waktu satu bulan, jumlah pemakaian bahan baku tidak sama dengan bulan lainnya. Hal ini disebabkan kerena terjadinya fluktuasi (turun naik) harga bahan baku utama pada pembuatan tempe yaitu kacang kedelai. Pembelian bahan baku dilakukan setiap 10 hari sekali sebanyak 12,5kuintal / pengiriman kacang kedelai. Bahan baku tersebut diperoleh dengan hasil pemesanan di daerah cibitung dan langsung diantarkan ke tempat. Harga kacang kedelai bulan ini sejumlah Rp.800.000,-/kuintal. Jika dihitung bahan baku perbulannya sebanyak 37,5kuintal (12,5 x 3 kali pemesanan/bulan = 37,5kuintal / bulan) kacang kedelai, sedangkan untuk pembelian ragi dilakukan sebulan sekali sejumlah 20kg ragi dan harganya adalah Rp.25.000,-/kg ragi jadi pengeluaran biaya untuk bahan baku pembuatan tempe mas gondrong sejumlah Rp.30.500.000,-/bulan (Rp.800.000,- x 37,5/kuintal=Rp.30.000.000 + Rp.500.000=Rp.30.500.000,-).


6) Biaya tenaga kerja langsung

Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang digunakan untuk membayar gaji karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi (proses pembuatan tempe), pada usaha tempe mas gondrong ini terlibat 2 karyawan termasuk ojek yang membawa antar ke tempat pemasaran. Pembayaran tenaga kerja ini dihitung perbulan, untuk karyawan pembuat tempe sejumlah Rp.4.500.000/bulan, sedangkan untuk ojek pengantar ke tempat pemasaran sejumlah Rp.1.200.000/bulan. Maka total yang dikeluarkan untuk biaya tenaga kerja pabrik tempe mas gondrong sebesar Rp.5.700.000,-/bulan.

7) Biaya overhead pabrik

Biaya overhead pabrik adalah biaya yang dikeluarkan oleh usaha tempe mas gondrong selain biaya bahan baku. Biaya tersebut adalah:

a.    Biaya plastik dan daun. Plastik yang dibeli untuk pembuatan tempe berukuran 60x100cm dengan harga Rp.16.000,-pcs. Perusahaan menghabiskan plastik perbulan sebanyak 105pcs. Sedangkan daun pisang dengan harga beli Rp.20.000,-/hari.

b.    Biaya beli gas. Perusahaan tempe mas gondrong untuk pembelian gas dilakukan sehari sekali dengan jumlah 2 tabung gas dengan berat 3kg/tabung dan harga pertabung gas sebesar Rp.25.000,-. Jadi pengeluaran untuk membeli gas setiap bulannya sebesar Rp.1.500.000,- (Rp.25.000,- x 2 = Rp.50.000,- x 30 hari = Rp.1.500.000).

c.    Biaya token listrik dan air yang harus dikeluarkan oleh perusahaan  setiap bulannya adalah sebesar Rp.73.000,- dengan rincian, biaya untuk token listrik sebesar Rp.53.000,- dan biaya untuk air sebesar Rp.20.000,-

8) Biaya penyusutan

Peralatan yang digunakan untuk produksi tempe mas gondrong adalah sebagai berikut:

a.    Mesin penggiling kedelai, kegunaan mesin ini adalah untuk mengupas kedelai atau memisahkan kedelai dari ampasnya. Perusahaan tempe mas gondrong ini membeli mesin penggiling pada tahun 2016 dengan harga sebesar Rp.3.000.000,-.

b.    Kompor semawar, di perusahaan tempe mas gondrong sudah menggunakan semawar sebagai media apinya, harga beli kompor semawar adalah Rp.650.000,-

c.    Sewa tempat pemasaran, untuk melakukan penjualannya mas gondrong menyewa tempat di sebuah pasar, biaya yang harus dikeluarkan pertahunnya adalah Rp.4.000.000,- sehingga biaya penyusutan adalah Rp.4.000.000,- / 12 = Rp.333.333,- / bulan (pembuatan dari 333.333,33).

d.    Drum untuk merebus kacang kedelai harga belinya = Rp.150.000,- dengan umur ekonomis selama 1 tahun. Sehingga biaya penyusutan drum perbulan adalah Rp.150.000,-/12=12.500,-/bulan.

e.    Drum plastik 6 buah dengan harga beli 6 x Rp.200.000,- = 1.200.000,- dengan umur ekonomis 3 tahun, sehingga biaya penyusutan perbulan adalah Rp.1.200.000,-/3/12 = Rp.33.333,- / bulan (pembulatan dari 33.333,33).

f.    Ember 5 buah dengan hasil beli 5 x Rp.20.000,- = Rp.100.000,- dengan umur ekonomis selama 1 tahun, sehingga biaya penyusutan perbulan adalah Rp.100.000,- / 12 = Rp.8.333,- (perbulan  dari 8.333,33).

g.    Cetakan tempe 4 buah dengan harga beli 4 x Rp.25.000,- = Rp.100.000,- dengan umur ekonomis 1 tahun, sehingga biaya penyusutan adalah Rp.100.000,- / 12 = Rp.8.333,- / bulan (pembulatan dari 8.333,33).

9) Penghasilan hasil produk tempe 

Penghasilan produksi tempe mas gondrong jika penjualan habis semua dalam seharinya sebesar + Rp.2.250.000,- / hari, dengan rincian tempe seberat 3ons dalam jumlah + 900 potong / hari dan mejual ecerannya sebesar Rp.2,500,- / potong. Jika ada pemborong (reseller) yang ingin membeli tempe tesebut maka akan dikurangin dari harga jualnya atau diberi lebih tempenya tersebut. Jika dihitung pendapatan perbulannya sebesar +Rp.2.250.000,- x 30 hari = Rp.67.500.000,- / bulan dari hasil penjualan produksi tempe. Penghasilan tersebut masih penghasilan kotor belum di kurangin dengan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead dan biaya penyusutan dan biaya-biaya lain yang belum dihitung.

10) Strategi pemasaran 4P pada pabrik tempe

Strategi pemasaran 4P merupakan kumpulan alat pemasaran taktis yang terdiri dari product (produk), price (harga), place (tempat) dan promotion (promosi) yang dipadukan agar menghasilkan respon yang diinginkan dipasar.

a.    Product (produk)

Pabrik tempe mas gondrong memproduksi tempe dengan berat 3ons/potong, cara pembuatannya sama dengan pabrik-pabrik lain yang membedakan hanyalah ukuran atau takaran dari bahan bakunya. Pabrik tempe mas gondrong juga cara memproduksinya menggunakan alat -alat yang modern, diantaranya mesin penggiling kacang kedelai, kompor semawar. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi kualitas produk tempenya, dari segi kelembutan tempe, dan tempenya juga di jamin bersih karena ada tahap perebusan kembali yang berfungsi untuk menghilangkan kotoran atau kuman dan menghilangkan bau. Produk tempe mas gondrong tidak menggunakan bahan pengawet sehingga bermanfaat bagi tubuh diantaranya menurunkan kolesterol dan berat badan, meningkatkan system kekebalan tubuh, dan sumber vitamin.

b.    Price (harga)

Salah satu strategi dalam pemasaran adalah mengenai harga. Tempe mas gondrong mencantumkan harga dipasaran sebesar Rp.2.500,-/potong, jika ada yang membeli banyak harga tersebut akan berkuran dari harga aslinya. Hal tersebut dapat menarik konsumen untuk membelinya, ini merupakan bukti bahwa mas gondrong telah menerapkan strategi pemasaran 4P salah satunya yaitu price (harga).

c.    Place (tempat)

Pabrik tempe mas gondrong memiliki tempat produksi yang berada di kampung cipeuteuy, desa mekarbuana, kecamatan tegalwaru dan memiliki tempat untuk pemasarannya di sebuah pasar yang bernama pasar loji, dan berada  di desa cintalaksana, kecamatan tegalwaru. Tempat pemasaran tersebut merupakan tempat yang strategis bagi mas gondrong sehingga akan sangat mudah untuk konsumen mencari produk tempe mas gondrong.

d.    Promotion (promosi)

Promosi merupakan hal yang sangat penting untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Media yang digunakan seperti sosial media, kora, pamphlet, poster dan sebagainya. Pabrik tempe mas gondrong promosinya tidak menggunakan apa-apa hanya mengandalkan mulut ke mulut masyarakat, hal ini merupakan kekurangan atau kelemahannya dari pabrik tempe mas gondrong ini.

    Pabrik tempe milik Bapak Sahuri ini tidak memiliki pekerja yang cukup banyak, beliau hanya memperkerjakan 2 orang saja, yang tugasnya antara lai pekerja pertama bertugas sebagai orang yang memproduksi tempenya bersama bapak sahuri. sedangkan pekerja satunya bertugas sebagai pengantar pesanan-pesanan tempe tersebut.

    Pabrik tempe tersebut tidak telalu besar dan juga tidak terlalu kecil bisa dibilang cukup sederhana dan cukup baik. Beliau mendirikan usaha tempe tersebut tepat dibelakang rumahnya.

    Walau hanya usaha kecil saja tetapi Bapak Sahuri ini sudah berhasil menjadi seorang pengusaha tempe didaerahnya, terbukti beliau sudah 20 tahun menjalankan usaha tersebut.

Sahuri, 2020. Manajemen Perusahaan tempe. Karawang

Eman Sulaeman, 2020. Cara pembuatan tempe. Karawang


Berlangganan via Email