Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

gunung sanggabuana loji karawang

Hai hai Guys

I'am Comeback

Selamat pagi guys dan selamat beraktifitas

di blog kali ini saya akan bahas mengenai tempat pariwisata lagi nih

tapi, tempat pariwisata ini tidak terlalu banyak dikunjungi masyarakat luas

mungkin karena ada beberapa faktor

misalnya saja akses jalannya yang belum memadai sampai lokasi

ketika perjalanan dimulai, kami menempatkan terlebih dahulu kendaraan kami di tempat parkir yang sudah disediakan di daerah tersebut

untuk parkir kita hanya membayar 10000/motor saja

    Kemudian kita melanjutkan perjalanan ke lokasi yang akan kami kunjungi kita mulai dengan masuk ke plang "JALUR pendakian Gn. Sanggabuana" setelah itu kita lanjutkan perjalanan mengikuti arah jalan setapak ke tempat tujuan, dalam perjalanan kira-kira jam 17.00 kita menemukan sebuah mushola kecil, kemudian kita dan yang lainnya solat terlebih dahulu

kemudian kita melanjutkan perjalanan lagi, perjalanan kali ini kita berhenti di perhentian pembayaran tiket/karcis, untuk sampai ke pembayaran tiketnya ini kurang lebih 1 jam perjalanan, tiket masuknya itu 10000/orang, saya syok dong karena saya pribumi daerah sana masa harus bayar 10 ribu wkwk

disana kita mengumpulkan uangnya terlebih dahulu, uang yang terkumpul 110000 ribu karena kita ke sanggabuana ini 11 orang, setelah itu kita lanjutkan perjalanannya. Perlu kalian ketahui, untuk pergi ke sanggabuana ini harus dalam keadaan sehat ya guys, karena jaraknya yang terhitung jauh, kalian harus benar-benar menyiapkan segala sesuatunya dari awal, entah itu makanan atau pun hal lainnya, jangan sampai seperti yang saya alami ini, kita berangkat dari awal dari daerah jayanti sampai ke puncaknya kurang lebih 7 jam, kita lupa membawa makanan yang sudah kita beli, hal itu bikin kita kaget dong, bagaimana tidak?? kalau kita kembali kita harus menempuh perjalanan yang begitu jauh

kecuali kalau emang kalian membawa uang saku yang gede, karena disanapun ada kok orang yang berjualan, so pasti harganya mahal ya guys

kata pedagang disana, mereka harus membayar 150 ribu untuk membayar upah untuk orang yang membawa barang dagangannya hingga sampai atas, kalau saya sih mau di bayar berapapun gamau, karena gunung sanggabuana ini termasuk kawasan yang masih asri, intinya sih takut ketemu hewan buas, tapi teman-teman yang mau kesana gausah takut, sejauh ini belum ada kabar mengenai orang-orang yang meninggal dunia di sanggabuana atau tewas di sanggabuana, kalian jangan khawatir soal itu

dan kalian gausah takut juga insya allah kalian tidak akan bertemu hewan buas, paling yang akan kalian temui kembaran kalian sendiri wkwk

soalnya disana banyak sodara kalian yang jago banget bergelantungan wkwk

dan disetiap perjalanan kalian juga akan melihat pemukiman

karena sanggabuana tidak sepenuhnya dipenuhi hutan rimba

di setiap tempat pemukimannya itu tidak terlalu besar

saya akan kasih beberapa tips untuk kalian pemula yang akan kesana

1. jangan ada niat yang sekiranya niatnya itu jelek

2. jaga lisan, prilaku, atau apapun yang menyimpang, karena gini sebenarnya, saya aja sebetulnya tidak terlalu percaya terhadap makhluk-makhluk gaib, tapi untuk kalian yang pergi ke hutan, alangkah baiknya kalian percaya terhadap hal tersebut dan mematuhi peraturan dan etika layaknya ketika kamu berada di lingkungan masyarakat

3. jangan berangkat terlalu sore, ini akan mengakibatkan kalian malam dalam perjalanan ke puncaknya, ini yang kami alami kala itu,di tengah-tengah perjalanan kita mendengar anak perempuan nangis guys IIiiihh sumpah seram sampai saya ngetiknya ini merinding loh

karena gamungkin juga kan ada anak kecil malam-malam di tengah hutan nangiss  ihhh sumpah saya ngetiknya merinding mulu, saran saya ya, kalau kalian kemalaman mending kalian menetap terlebih dahulu di tempat pemukiman terus kalian mulai perjalanan lagi besok pagi, kalian gamau kan mengalami apa yang saya alami, pada saat itu kita semua saling mendahului satu sama lain, intinya jadi tidak mau ada di posisi paling belakang

Okeeee Next kita cerita ke perjalanannya kembali, biar saya tidak merinding terus ngetiknya

untuk mempersingkat mungkin saya akan post satu demi satu lokasi penanda ketika ke sanggabuana, supaya teman-teman yang mau kesana tidak tersesat

jalan awal yang harus kalian ikuti pertama kali adalah dengan mengikuti petunjuk pada gambar tersebut

setelah kalian menemukan dua persimpangan jalan, kalian lanjutkan dengan jalan yang berada di atas
dan disinilah awal mula mata kalian akan dimanjakan dengan indahnya alam yang luar biasa dengan pemandangan yang begitu asri
sekitar jam 5 sore kita menyempatkan solat terlebih dahulu di mushola yang sudah di sediakan di hutan itu
mungkin mushola tersebut diperuntukkan untuk orang yang mengunjungi gunung sanggabuana
setelah kita semua melaksanakan solat kita melanjutkan perjalanan
dan menemukan sebuah post
post tersebut adalah post tentang pembayaran tiket ke gunung sanggabuana
untuk pembayaran tiketnya 10000/orang

Nah bisa kalian lihat dari jarak tempuhnya 
puncak sanggabuana 4km
situs kebon jambe 1km
ma paraji sakti 1km
kira-kira dari semua yang di atas tersebut memiliki tingkat kesulitannya masing-masing untuk pergi kesananya
sanggabuana sendiri jalan banyak sekali yang cenderung miring kurang lebih 180 derajat kemiringannya

di tengah perjalanan kita menemukan pemukiman yang di mukimi kira-kira tidak sampai belasan
setelah melewati pemukiman tadi selanjutnya kita masuk ke hutan yang bener-bener sudah masuk hutan
karena ketika kalian masuk kesana memang seketika kayak malam
padahal kita sampai sana jam 6 sore kurang lebih

setelah melewati hutan yang lebat tadi kemudian kita berhenti di sebuah post perhentian post 2, yaitu di warung
disana di sediakan toiletnya juga
disana kita melaksanakan solat maghrib terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan kembali
setelah itu kita berhenti di perhentian selanjutnya di post 3, sebetulnya kita berhenti di post 3 itu malam
dan setelah pulang baru saya foto post 3 hehe
setelah melanjutkan perjalanan kalian akan menemukan jalan yang bernama "Tanjakan 2 jam"
asli sih ini gila banget, udah jaraknya yang jauh, diperkirakan waktunya aja udah 2 jam, jalannya itu benar-benar di kemiringan 180 derajat
itu yang membuat saya dan teman-teman banyak sekali melakukan perhentian di setiap tempatnya

setelah itu kita sampai dong ke tempat tujuan dengan angin yang begitu segar
seketika lelah kita terbayarkan dengan dinginnya yang membuat keringat langsung mengering
bahkan baju saya pun yang bercucuran keringat sampai kering sepenuhnya
Dan inilah akhir dari segalanya, akhir dari lamanya perjalanan
terbayar dengan suasana dan alam yang menakjubkan 
jaga dan pelihara tempatnya
jangan sampai datang dan merusaknya
karena alam adalah pemberi segalanya
karena sanggabuana jantungnya kota karawang


Ketika kita sampai huhh rasanya tuh lega banget, karena habis menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam

ketika kalian berada di atas husss husss husss dinginnya itu sumpah dingin banget, dinginnya dingin banget

saya tidak sempat cek suhunya disana

pokoknya buat kalian yang mau kesana jangan lupa bawa baju/mantel yang sering dipake orang luar negeri kalau musim salju

setelah itu kita makan, eitss tunggu, bukan berarti kita yang ketinggalan makanan tadi gak bisa makan ya hehe

karena disana ada teman saya yang membawa temannya juga

alhasil kita kayak segala sesuatunya tuh membebani bawaan mereka gitu hehe

karena mulai dari perjalanan kita makan makanan/ cemilan yang mereka bawa 


kalau saya sih itu aja gak cukup, karena setelah saya pake mantel yang biasa di pake orang bule, saya malah terasa masih saja dingin, kemudian saya tambahkan lagi jaket, nah baru setelah itu hangat

setelah itu saya langsung tidur, tidurnya itu sumpah nyenyak banget, mungkin karena menempuh perjalanan jauh kali ya wkwk


namun tempat wisata ini memiliki sejarah yang luar biasa, dimana kalian akan tercengang setelah tahu mengenai faktanya, tolong kalian yang membaca artikel ini jangan 100% percaya tentang apa yang saya ceritakan, karena saya menceritakan ini hanya mendengar dari ucapan kakek-kakek 

disana saya ketemu kakek-kakek namanya Bah Komar beliau berkata " Bagi kalian yang niatnya mau zarah ke makam leluhur (karena menurut kepercayaan setempat bahwa gunung sanggabuana ini adalah makam dari leluhur orang karawang) jangan mencari makam yang dalam kondisi bagus atau masih terjaga/terawat, kata beliau makam yang bagus dan terawat inilah yang sebenarnya bukan makam asli dari leluhur karawang, kata beliau mungkin yang makamnya bagus nan terawat itu hanyalah makam kepala ayam/kambing yang dibungkus menggunakan kain kapan, menurut beliau jikalau kalian ingin zarah datangilah ke makam yang bisa dibilang tidak terurus 

tentang sejarah sebetulnya masih banyak yang saya ketahui hanya saja saya masih enggan untuk menambahkan di artikel ini, takutnya ada cerita yang saya share yang tidak berdasarkan fakta

karena kalian tau sendiri untuk menemukan fakta itu kita harus menemukan dan menanyakan ke beberapa narasumber, bukan hanya kepada satu orang saja

mungkin hanya segitu dulu saja, mungkin nanti ada kalimat yang akan saya rubah, karena perjalanan yang cukup jauh begitupun dengan ceritanya, ketika ada waktu luang akan saya tambahkan atau edit kata demi katanya.

kurang lebihnya saya minta maaf

see you next time

Bye 


Berlangganan via Email